Ini Caranya Menggunakan Solder Uap Yang Benar

Sebagai seseorang yang berkecimpung dalam dunia elektronik tentunya Anda sudah familiar dengan perangkat solder. Solder adalah perangkat elektronik yang umumnya digunakan untuk membongkar atau memasang komponen-komponen yang ada pada papan PCB. Cara kerjanya adalah dengan mengubah energi listrik menjadi energi panas di mana mata soldernya disentuhkan pada komponen yang akan dikerjakan. Selain solder tradisional, kini ada solder uap yang tidak menggunakan mata solder dan tidak harus disentuhkan pada komponen listrik karena panas yang dihasilkan berasal dari uap panas yang dihembuskan. Karena cara kerja yang menghembuskan uap panas iniah solder uap juga disebut dengan blower.

Cara menggunakan solder uap yang benar

Salah satu penggunaan solder uap adalah untuk memperbaiki kerusakan pada handphone di mana komponen-komponen elektronikanya cenderung lebih rumit dan ukurannya lebih kecil. Oleh karena itu dibutuhkan ketelitian yang lebih dalam menggunakan solder uap. Untuk menggunakan solder uap, atur tekanan udara dan juga suhu udara yang ingin digunakan sesuai dengan kebutuhan. Tekanan yang terlalu besar dengan suhu udara yang tinggi bisa beresiko merusak PCB jadi perhatikan pengaturannya. Berikut adalah panduan suhu dan tekanan udara solder uap sesuai dengan fungsi:

· Untuk mengeringkan PCB dan komponen listrik lainnya, gunakan suhu 100-200 derajat dan tekanan udara 8

· Untuk memanaskan atau mencairkan timah, gunakan suhu 300-400 derajat dengan tekanan udara yang pelan (3-4)

· Untuk memasang atau mengangkat komponen gunakan suhu 350-400 dengan tekanan 3. Sementara untuk mengangkat komponen plastik sebaiknya menggunakan suhu 250-300 derajat dengan tekanan udara 3

· Untuk mencetak kaki IC gunakan suhu 350-400 derajat di tekanan udara 3.

Trik menggunakan solder uap agar aman

· Ketika memasang IC BGA atau IC dengan kaki berkelabang, sebaiknya menggunakan flux untuk membantu Anda dalam menyolder secukupnya

· Posisikan solder tegak lurus dengan PCB agar uap panas yang dihasilkan terarah langsung pada komponen yang dikerjakan dan tidak menyebabkan overheat

· Selalu lakukan pengecekan terhadap komponen yang sudah dipasang apakah terpasang dengan kuat atau belum. Kalau perlu gunakan kaca pembesar agar seluruh bagian yang tersolder bisa terlihat dengan jelas

· Perhatikan batas pemanasan yang bisa ditolerir pada setiap komponen. Jika menyolder di atas suhu yang direkomendasikan beresiko overheat dan tentunya bisa merusak komponen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *